Wednesday, 2 November 2016

Apa itu kandang intensif pada pembesaran bebek ?

Jawaban   :
System ini sebenarnya menduplikasi sistem yang diterapkan pada pemeliharaan ayam buras/broiler (kenapa?.. karena sistim ini adalah sistim pemeliharaan paling efisien khususnya utk peternak skala menengah maupun besar). sistim ini mampu memelihara bebek dg skala besar tanpa ribet dg urusan musim panen sawah,ketersediaan pakan ditempat angon,penanggulangan penyakit yang merata,pengantisipasian grade pertumbuhan yg tidak rata sampai dengan managemen kandang yg simple.
dalam hal intensif ini ada berbagai type kandang maupun pola pemeliharaan yg bisa diaplikasikan oleh para peternak....mulai dari type kandang postal beralas litter(sekam,sisa penggergajian,jerami ataupun rumput kering) maupun kandang panggung beralas pagar bambu ataupun jaring.

Bebek manila itu apa ?

Jawaban    :
hmm....bebek ini memang fenomenal....bebek manila selalu dicari oleh para pengepul,dan harganyapun selangit. jenis bebek dari manila ini sangat jarang sekali peternaknya. kebanyakan hanya sebagai ternak umbaran dirumah2 saja sebagai kebutuhan rumahtangga saja atau sebagai ingon2/hoby saja.
Namun seiring demand pasar, sekarang sudah ada para breeder dan peternak mulai melirik jenis bebek ini utk dikembangkan secara kualitas dan kuantitas walaupun masih skala kecil dan menengah.

mesin tetas

Semenjak dulu saya memang sangat tertarik semua selukbeluk tentang usaha ini. Namun beberapa tahun kebelakang saya baru memulainya........dimulai dari mencari referensi dari internet/perpustakaan/tokobuku, melihat contoh mesin yg sudah ada, bertanya pada pengusaha, sampai dengan membaca kembali pelajaran2 waktu sekolah dulu yg berhubungan dengan tekhnik dalam pengerjaan mesin tetas ini.
dari mulai itu saya berfikir untuk mencari cara untuk mulai mempraktekan membuat mesin tetas dengan acuan/referensi ilmu yg saya miliki.
hanya dengan bermodalkan 600ribu rupiah dulu, saya mulai berbelanja bahan2 yg diperlukan Triplek,paku,kayu,seng,kawat,pipa,lem,lampu,kabel dan lainnya....
Percobaan demi percobaan saya membuat mesin tetas tersebut, muali dari pembuatan box inkubator, sparepart heater/pemanas, sparepart untuk Humidity/kelembaban, sampai dengan relay otomatis utk on/off heater dan humidity.....
Allhamdulilah semuanya berhasil dengan baik, bahkan rancangan sparepart sederhana yg saya buat menghasilkan temperatur dan kelembaban yg baik dan pas untukkapasitas mesin 600 butir namun dengan daya listrik yg tidakboros, karena sparepart hasil rancangan saya hanya satu paket yg menghasilkan temperatur dan kelembaban sekaligus.
bahkan saya membuat sparepart tersebut mampu disesuaikan dengan kapasitas inkubator sampai dengan 1000butir lebih. dengan kemampuan menaikan temperatur sampai dengan 85-90 derajat celcius dan kelembaban mampu mencapai 90% dan dapat diatur sesuai karakteristik inkubator dan keinginan user.
Saya juga membuat varian sparepart tersebut dengan menggunakan listrik DC. ini saya khususkan utk cadangan bila listrik ditempat anda mati, dan tentunya ini lebih hemat karena penggunaannya hanya listrik DC yg bisa disuplai oleh ACCU/AKI motor/Mobil.

Disini saya ingin berbagi kepada peminat yg berkeinginan utk memulai usaha penetasan telurutk memanfaatkan hasil rancangan saya ini agar keberhasilan penetasan dapat berhasil dg baik dan tentunya ini berhubungan dengan estimasi usaha yg akan dijalankan nanti.
sayapun bersedia untuk dipanggil sbagai konsultan maupun pembuatan mesin tetas dirumah anda agar pemanfaatan ruangan, bahan dan energi yg dikeluarkan dapat  berfungsi maksimal.
Karena mesin2 yg banyak dijual dipasaran hanyalah cashing/tampilannya saja yg membuat harganyamahal, namun belum tentu hasilnya maksimal.
selanjutnya saya berfikir untuk meminimalisasi sparepart bagi mesin tetas yg saya buat sendiri...
saya coba hilangkan thermostat, saya berhasil....dengan aplikasi inkubator sedemikian rupa dan perhitungan yg matang saya berhasil mmbuat dan mengaplikasikan mesintetas (otomatis/manual) tanpa menggunakan thermostat.....hal ini bisa mengurangi budget mesin tetas itu sendiri...mulai dari pengadaan sparepart yg tidak perlu sampai maintenance yg minim........hanya tinggal kalibrasi ulang saja pada setiap pemakaian awal.

Apakah dengan melihat feses ternak kita bisa mengetahui kondisi kesehatan ternak ?

Jawaban    :
Bisa. Feses bisa sebagai indikasi dari kesehatan ternak kita. Sebagaimana yang kita telah ketahui feses adalah hasil akhir proses makanan yang dibuang dari pencernaan. Jika ada gangguan dalam pencernaan ataupun gangguan pada kondisi badan keseluruhan biasanya akan berdampak langsung pada hasil akhir tersebut. Tingkat keenceran, warna dan tekstur  yang tidak wajar bisa menjadi indikator kesehatan ternak. Salah satu contohnya penyakit yang berbasis bakteri biasanya berdampak jelas pada feses akan terlihat encer dan akan mengotori bahkan mengeras dan menyumbat daerah anus dari ternak kita (contoh: berak kapur, berak darah, dll).

Penyakit apa saja yang biasa menyerang pada unggas ?

Jawaban    :
Pada masa pembesaran kita perlu membangun antibody dan daya tahan tubuhnya dimulai dengan brooding/penghangat yang baik pada masa starternya, kandang starter yang baik serta pakan starter yang sesuai nutrinya akan memperkuat daya tahan tubuhnya dari penyakit dan berlanjut pada pemeliharaan fase grower haruslah tetap dijaga agar performa kesehatannya tetap terjaga.
Daftar Penyakit2 yang biasa menyerang unggas adalah :
Pilek…. Penyebabnya adalah bakteri Haemophillus galinarum, berkembang pada kondisi kandang yang lembab/basah dan kadar amoniak yang tinggi yang dikarenakan sirkulasi udara yang jelek dan populasi ayam dalam kandang terlalu banyak. Kencing dan feses yang ada dalam kandang tidak punya kesempatan menguap/tidak cepat kering. Menyerang segala umur. Ayam yang menderita pilek akan tampak lesu, nafsu makan kurang, lubang hidung keluar cairan jernih yang lama2 menjadi kental seperti lender campur nanah, matanya bengkak. Penyakit ini bisa menular dalam waktu 3jam ke unggas yang lainnya. Biasanya timbul pada musim pancaroba dan musim hujan
mencret yang disebabkan karena pilek biasanya disebabkan karena masuk angin, biasanya kondisi kaki yang terkena udara malam/dingin dan air minum yang dingin pula. Atau pula dikarenakan karena kadar garam yang tinggi yang menyebabkan unggas akan banyak minum dan menyebabkan perutnya kembung dan berujung pilek.
Mencret berdarah/berak darah…penyakit ini disebabkan oleh coccidiosis. Kuman ber sel satu (protozoa eimeria tenella) yang merusak dinding usus dan alat pencernaan unggas sehingga berdarah. Ayam yang terserang menunjukan gejala mengantuk, lesu, pucat, bulu kasar berdiri, sayap kendor menjuntai kebawah. Penyakit ini menyerang pada musim kemarau, anak ayam yang terserang tingkat mortalitas/kematiannya sangat tinggibisa mencapai 50% lebih. Anak ayam yang terserang kotorannya keras seperti keju (lender mengental) dan mengandung darah. Ayam dewas yang terserang bisa lumpuh, badan kurus, lemah dengan sayap menggantung.
Mencret karena cholera..penyebabnya adalah kuman pasterella multocida. Feses yang cair kehijau2an berbau busuk dan mencret terus terusan biasanya adalah indikasi dari penyakit ini. Biasanya menyerang pada musim kemarau dan meyerang segala umur unggas. Daya penyebarannya bisa lambat ataupun cepat, yang terjangkit lambat ditandai dengan gejala lesu, diam, mengasingkan diri dari kelompok, sayap terkulai, jenggernya merah kebiru biruan, tidak suka makan namun sering minum, kotoran yang kehijau hijauan dan encer. 
Mencret Pullorum..disebabkan kuman Salmonella Pullorum, dengan gejala seperti unggas tidak mau makan, kotoran encer bercampur bercak bercak putih, bulu dubur melekat/kotor bahkan menyumbat. Penyakit yang tidak pandang bulu ini dapat menyerang anak anak ayam yang baru menetas atau bahkan sudah dewasa. Anak ayam yang sakit karena penyakit ini badannya selalu menunduk, sayap terkulai kebawah, matanya selalu menutup,. Sedangkan gejala pada ayam dewasa hamper tidak terlihat, namun produksi telur yang terus menurun drastic bisa menjadi indikasi penyakit ini. Pencegahan lewat sanitasi kandang yang baik, penggunaan telur tetas yang terseleksi dan berasal dari indukan yang benar benar sehat, melakukan karantina dari kemungkinan unggas pendatang pembawa carier penyakit, pakan yang kurang baik dan tidak teratur adalah sistem pencegahan yang baik dalam menangkal penyakit ini.
Cacar/Diphteri….indikasinya penyakit ini adalah timbulnya kutil kutil pada kulit seperti pada kelopak mata, jengger, bagian mulut, lidah, dan lain lain.  Jika kutil kutilnya tidak terlal banyak ayam tidak akan terlihat sakit, dan selanjutnya bisa kebal terhadap cacar bila ayam sembuh. Kalau kutil kutilnya banyak nafsu makannya menjadi terganggu dan badannya lesu juga bagi ayam yang sudah bertelur produksinya akan terganggu. Diphteri ini menimbulkan bengkak bengkak pada selaput lendir, kalau bengkaknya tepat pada pangkal tenggorokan akan menyulitkan pernapasan dan dapat menyebabkan kematian karena tercekik. Penyakit ini mudah menular melalui makanan dan air minum yang tercemar. Dengan gejala panas pada suhu tubuh ayam (kurang lebih 43 derajat celcius), nafsu makanya merosot, lesu dan lemah dan seakan akan lumpuh. Ayam yang terkena Diphteri kotorannya encer karena mencret, penyebab penyakit ini adalah virus cacar ayam.
Cacingan…penyakit ini tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, namun dapat menghambat dan merugikan usaha peternakan ayam. Ayam muda sangat peka terhadap penyakit cacingan ini. Tiap ekor ayam pada umumnya mengandung beberapa ekor cacing parasite dalam tubuhnya siayam tidak akan menunjukan gejala sakit, namun jika jumlah cacing tersebut sudah berlebih melampaui batas maka sakitlah ayam itu. Bebrpa jenis cacing yang bersifat parasite dalam tubuh ayam diantaranya capillaria, cacing usus ascaris, dan cacing pita.
Cacing capillaria (capillaria annulata) tinggal sebagai parasite pada tembolok dan kerongkongan, jantanya menempel pada dinding tenggorokan dan betinanya menempel pada ujung belakang jantannya dan kedua cacing ini membentuk huruf ‘Y’. ayam yang terkena cacing ini akan terlihat selalu menggoyang goyangkan kepalanya seolah olah mau mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya, setiap kali bernafas lehernya diluruskan dan paruhnya terbuka. Menempelnya cacing ini pada tenggorokan ayam menyebabkan ayam mengeluarkan lender dan menyulitkan bernafas, setiap kali bernafas seolah olah terdengar suara ‘ngorok’, ayam yang sakit akan tampak payah, bulunya berdiri kasar dan kematiannya diakibatkan sukar bernafas.
Cacing Ascaris (Ascaridia galli), hidup didalam usus halus. Kalau cacingnya banyak ayam akan menjadi kurus sekali. Cacing yang memenuhi usus akan menghambat kerja usus, bahkan cacing ini mengeluarkan anti enzim yang menyulitkan pencernaan makanan. Warna cacing putih kekuningan, telur cacing yang telah masak keluar bersama kotoran ayam. Anak ayam yang sakit cacing jenis ini akan tampak kurus, pucat, ngantuk dan mencret. Ayam dewasa relative tahan tetapi produksi telurnya bisa menurun.
Cacing Pita (Raillientina cesticillus) bentuknya gepeng panjang bagaikan pita, Ayam yang terkena cacing ini akan mencret dan kadang2 fesesnya mengandung darah, badannya kurus, sebelum ayamnya mati sering didahului lumpuh karena lemahnya. Cacing pita ini melekat pada dinding usus dengan menggunakan alat penghisapnya yang berbentuk seperti kait. Gigitan cacing pita ini menimbulkan bintil bintil pada dinding usus dan bintil bintilnya itu tampaknya berada diluar usus. Telur cacing pita yang telah keluar bersama kotorannya tidak akan menular kepada ayam lain sebelum telur itu tumbuh dalam tubuh hospes perantara. Dalam tubuh hospes perantara, telur itu berkembang menjadi cyste(gelembung) kecil yang nantinya akan berubah menjadi cacing pita baru kalau ayam memakan hospes perantara tersebut. Hospes perantara tersebut umumnya binatang binatang kecil seperti bekicot, cacing tanah, lalat, semut, dan lain lain.
MAREKS… walaupun ayamnya terserang sejak masih kecil Penyakit ini hampir tidak terlihat gejalanya dari luar, gejalanya baru terlihat ketika ayam menjelang bertelur atau mulai dewasa pad umur 5-6 bulan. Ayam penderita sakit ini hatinya akan membesar dan akan terasa kalau diraba perutnya. Tanda tanda yang khas ayam menjadi lumpuh sayap dan kakinya, satu kaki terentang kedepan dan satunya lagi terentang kebelakang,mata buta dan terdapat semacam tumor dibawah kulit. Banyak orang mengira kalau indikasi penyakit ini adalah karena kekurangan vitamin. Penyebab penyakit ini adalah virus Mareks atau Herpes Virus.
TETELO…atau dikenal dengan sampar, Pes, Cekak, atau New castle Disease (ND). Termasuk penyakit pernapasan yang gampang menular dan ganas. Gejalanya didahului dengan gangguan pernapasan yang megap megap seakan akan tercekik yang sebetulnya ingin mengeluarkan lender yang menyumbat mulut dan hidung dan menyumbat saluran pernapasan, berlanjut pada jengger dan kepalanya yang kebiru biruan, sayap terkulai, tidak bisa makan, beraknya encer kehijauan, otot otot tubuh gemetar, dan terkadang lumpuh. Penyakit ini jika tidak segera dilakukan tindakan cepat bisa menyebabkan mortalitas sampai 90%.

Bagaimana mengatasi ayam yang sudah terlanjur terkena penyakit ?

Jawaban    :
Tergantung jenis penyakitnya dulu, apakah cukup diobati secara koloni bersamaan tanpa dipisah/karantina, pemisahan/pengkarantinaan pada ayam yang positif tertular, mengafkirnya (dipotong atau dimusnahkan/dibakar/dikubur setelah sebelumnya dimatikan/dibiarkan mati).
Untuk beberapa kasus penyakit yang mudah biasanya cukup diberikan obat obatan antibiotika (khusus untuk penyakit berbasik bacterial)(organic/sinthetis) yang dicampurkan langsung pada air minum atau pakan, ada yang disuntikan atau dicekokan langsung kedalam mulut siayam yang sakit, atau dikarantinakan dengan perlakuan khusus sesuai kondisi ayam yang sakit.
Jika ayam yang sakit baru terdeteksi beberapa ekor saja disarankan segera dikarantina pada kandang khusus yang jauh dari kandang koloni yang masih sehat dan diperlakuan khusus agar penularan terhadap ayam yang lain dapat diminimalisir/dicegah.

Thursday, 21 May 2015

Berapa lamakah pemeliharaan ayam kampung asli mulai dari doc sampai usia panen ?

Jawaban   :
Rata2 jenis ayam kampung dikita dengan pemeliharaan intensif mencapai umur minimal 70 sampai 90 hari mulai bisa dipanen dengan bobot rata2 0,6 sampai 1 kg. sedangkan untuk bobot yang sama jenis ayam kampung super bisa dipelihara minimal sampai umur 60 harian sudah bisa dipanen. Namun semuanya itu tak lepas dari beberapa factor yang mempengaruhi pertumbuhan sang ayam tersebut. Mulai dari kualitas indukan, kualitas pakan indukan, kualitas fertile dan penetasan, manajemen kandang pembesaran, pengendalian biosecurity serta penanganan panen bisa mempengaruhi hasil bobot panen ketika ayam panenan muali ditimbang dan dijual kepembelinya